FishO 3 pembibitan ikan mujair

 



Pembibitan

Untuk menyiapkan bibit ikan mujair yang akan dipelihara, perlu diperhatikan hal-hal

penyiapan media pemeliharaan, pemilihan dan pemeliharaan induk, penetasan dan

persyaratan bibit, ciri-ciri bibit dan induk unggul.

1. Pemilihan Induk

Ciri-ciri induk bibit mujair yang unggul adalah sebagai berikut:

1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas

yang tinggi.

2. Pertumbuhannya sangat cepat.

3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.

4. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.

5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif

buruk.

6. Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram lebih per

ekornya.

Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina

adalah sebagai berikut:

1. Betina 

Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur,

lubang pengeluaran telur dan lubang urine.

ƒ Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak

jelas.

ƒ Warna perut lebih putih.

ƒ Warna dagu putih.

ƒ Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

2. Jantan

ƒ Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan

lubang sperma merangkap lubang urine.

ƒ Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.

ƒ Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.

ƒ Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.

ƒ Jika perut distriping mengeluarkan cairan.

2. Sistim Pembibitan

Pembibitan ikan mujair dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:

1. Sistim satu kolam

Pada sistim ini kolam pemijahan/pembenihan disatukan dengan kolam

pendederan/ pemeliharaan anak. Setelah dilakukan persiapan media

pembibitan, tebarkan induk jantan dan betina dengan perbandingan

1:2 atau 1:4 dengan jumlah kepadatan 2 pasang/10 meter persegi.

Pamanenan dilakukan setiap 2 minggu sekali.

2. Sistim dua kolam

Pada sistim ini proses pemijahan dan pendederan dilakukan pada

kolam terpisah, dengan perbandingan luas kolam pemijahan dengan

kolam

pendederan adalah 1:2 atau 1:4. Dasar kolam pendederan harus lebih

rendah dari dasar kolam lainnya agar aliran air cukup deras mengalir

dari

kolam pemijahan ke kolam pendederan. Pada pintu kedua kolam

tersebut dipasang saringan kasar agar hanya anak-anak ikan saja

yang dapat

lewat. Jumlah dan kepadatan induk jantan dan betina yang disebarkan

sama dengan sistim satu kolam.

3. Sistim platform

Pada sistim ini kolam dibagi dalam 4 bagian, yaitu kolam pertama

sebagai tempat induk jantan dan betina bertemu atau tempat

pemijahan. Kolam

kedua tempat induk betina dimana disekat oleh kisi atau krei bambu

dengan ukuran lubang-lubang sebesar badan induk betina sehingga

hanya induk betina yang dapat lolos ke kolam kedua ini. Kolam ketiga

merupakan temapt pelepasan larva dan temapat yang ke empat

adalah tempat pendederan. Persiapan media dan jumlah induk yang

dilepas sama dengan sistim yang pertama.

3. Pembenihan

Pemisahan dan penetasan ikan mujair berlangsung sepanjang tahun pada

kolam pemijahan dan tidak memerlukan lingkungan pemijahan secara khusus.

Hal yang perlu dilakukan adalah penyiapan media pemeliharaan seperti

pengerikan pengapuran dan pemupukan. Ketinggian air di kolam

dipertahankan sekitar 50 cm. Untuk menambah tingkat produkivitas dan

kesuburan, maka diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai

berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%.

Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan mujair secara

komersial. Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar

protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan

sebanyak 2 kali/hari yaitu pada pagi dan sore hari. Pemijahan akan terjadi

setelah induk jantan membuat lubang sarang yang berupa cekungan di dasar

kolam dengan garis tengah sekitar 10-35 cm. Begitu pembuatan sarang

pemijahan selesai, segera berlangsung proses pemijahan. Setelah proses pembuahan selesai, maka telur-telur hasil pemijahan segera dikumpulkan oleh

induk betina ke dalam mulutnya untuk dierami hingga menetas. Pada saat

tersebut induk betina tidak aktif makan sehingga terlihat tubuhnya kurus.

Telur akan menetas setelah 3-5 hari pada suhu air sekitar 25-27°C. Setelah

sekitar 2 minggu sejak penetasan, induk betina baru melepaskan anakanaknya, karena telah mampu mencari makanan sendiri.

Komentar