FishO 4 pemeliharaan pembesaran ikan mujair
Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
1. Polikultur
1. ikan mujair 50%, ikan tawes 20%, dan mas 30%, atau
2. ikan mujair 50%, ikan gurame 20% dan ikan mas 30%.
2. Monokultur
Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan
dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk
jantan dan betina. Pembesaran ikan mujair pun dapat pula dilakukan di jaring
apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman
75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain
itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan
dan pemeliharaan benih ikan mujair. Sebelum digunakan petak sawah
diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit
selebar 1-1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.
1. Pemupukan
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas
kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami
sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk
kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m²
2. Pemberian Pakan
Apabila tingkat produkivitas dan kesuburan kolam sudah semakin
berkurang, maka bisa diberikan makanan tambahan dengan komposisi
sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus
sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya
ikan munjair secara komersial. Dapat juga diberi makanan yang
berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari
berat populasi per hari, diberikan sebanyak dua kali per hari yaitu
pada pagi dan sore hari. Disamping itu juga kondisi pakan dalam
perairan tersebut sesuai dengan dosis atau ketentuan yang ada. Yaitu
selain pakan dari media dasar juga perlu diberi makanan tambahan
berupa hancuran pellet atau remah dengan dosis 10% dari berat
populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari.
3. Pemeliharaan Kolam/Tambak
Dalam hal pemeliharaan ikan mujair yang tidak boleh terabaikan
adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup stabil dan
bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.

Komentar
Posting Komentar